Tuesday, December 4, 2012

Cerita Dari Rumah

Suatu saat, saya mewek pas telp suami saya karena yang namanya pengantin baru, bawaannya pengen ketemu terus. Keadaan kita yang terpaksa masih jauh-jauhan alias LDR hanya memungkinkan kita untuk bertemu sebulan dua kali. Entah dia yang datang ke Bandung saat weekend atau saya yang harus bolos kuliah dan sambil merapal mantra supaya minggu itu tidak ada kuliah tambahan atau tugas. Karena saya yang sekarang mendapat jabatan baru sebagai bendahara keuangan keluarga ( :p) harus memutar otak bagaimana gaji kami bisa mencukupi dalam sebulan. Salah satu caranya dengan hunting tiket murah. Resikonya yah kalau mendadak ada tugas dari kampus terpaksa deh harus titip ke teman atau ngerjain dari Balikpapan sana.

Nah kembali lagi ke mewek, saya mewek-mewek dong karena bertemu sebulan cuma dua kali. Pengennya sih tiap weekend (iyeee ngarepp). Kalau uda gitu suami pasti nenanginnya dengan, sabar insyallah nanti ada rejeki ya. Sampai suatu hari mama saya nelp dari rumah. Mama bilang "Put nanti kalau mau beli pulsa ke si x aja ya,ntar duitnya ditransfer biar mama yang bayar". kemudian mama cerita bahwa si x kerjanya hanya sebagai sukwan PNS yang mana gajinya hanya 100-250rb sebulan. Padahal si x mempunyai istri dan anak 2 yang masih kecil-kecil. Dari sana saya merasa bersyukur sekali dengan keadaan saya yang insyallah masih dikasih rejeki oleh Allah. Saya membayangkan gaji 250rb sebulan untuk mencukup anak istri dengan 2 anak, belum lagi anaknya harus masuk TK. Dengan menjual pulsa anggaplah modal dia 100rb, jika orang beli pulsa 10rban, keuntungannya dari pulsa 10rb yaitu seribu. Otomatis satu hari maksimal dia hanya untung 10rb. Iya kalau 1 hari laku semua, kalau ga? berhari-hari kemudian baru dapat uang 10rb. Kalau uda denger cerita kayak gitu saya pasti mewek lagi (iya saya gembengan alias cengeng). Mungkin bagi kita uang 10rb habis aja dalam sekejab untuk beli segelas starbucks (bahkan harganya 50rb), tapi bagi orang lain mendapat 10rb ga semudah itu.

Begitulah manusia ya,mungkin selalu saja merasa kekurangan. Saya rasa gaji berapapun kalau emang kita pintar ngolah dan bersyukur insyallah akan cukup. Kalau sudah gitu saya merasa bersyukur diingatkan sama Allah bahwa masih dikasih rejeki berlebih, masih banyak diluar sana yang kekurangan. Bahwa hendaknya selalu bersabar atas keadaan yang ada. Yah kadang hal-hal seperti ini yang menguatkan saya untuk menambah rasa syukur kepadaNya. Jadi bagaimana dengan kalian?

Sunday, November 25, 2012

My Real Fairy Tale

Malam-malam abis begadang ngerjain tugas dan sambil nunggu download-an dari driver printer iseng-iseng saya membuka album foto saya, lebih tepatnya foto sebelum dan sesudah kami menikah. Saya selalu merasa pernikahan yang hanya dipersiapkan selama 3 bulan (april dia melamar saya, juli menikah) bener-bener kayak miracle. Mungkin inilah jawaban atas doa-doa kami. Doa orang tua juga tentunya. Saya tidak pernah menyangka bahwa tahun 2012 saya menikah. Di akhir tahun 2011 saja saya masih jadi galauers XD.

Pernah suatu saat ketika saya mempersiapkan pindah ke Bandung untuk studi lanjut, teman kost saya berkata "mbak dian, nanti kl uda lulus balik kost sini aja, ntar bilang ke ibu kost biar kamarmu ga ditempatin orang lain". Trus saya dengan pedenya berkata "lah sapa bilang saya balik ngekost". Teman kost saya bertanya heran "lah emang mau kemana?". "Ya nikah lahhhh". Dan dia tertawa terbahak-bahak ga berhenti-berhenti sambil bilang "nikah sama sapa wong pacar aja kamu ga punya" :|

Apakah itu ada hubungannya dengan law of attraction? Entahlah saya hanya percaya dengan kekuatan doa dan Allah tau kapan dan apa yang terbaik bagi hambanya. Siapa yang menyangka bahwa saya akhirnya menikah dengan teman yang ternyata sudah nangkring bertahun-tahun di kontak BBM saya tanpa ada pikiran sedikitpun bahwa "wah ini calon suami saya" atau "ah saya naksir dia". Dia pun begitu tak pernah terlintas di pikirannya bahwa akan menjadi suami saya orang yang pernah ditolongnya mencarikan kost dan kostnya menjadi tempat persinggahan sementara saya selama saya test di Bandung.

Berbulan-bulan setelah saya bertemu dia terakhir kalinya, untuk menyampaikan titipan mamanya untuk adiknya yang juga ngekost di Bandung (dan saya numpang tidur di kostnya adiknya itu), saya tidak pernah bertemu lagi sehingga akhirnya tiba-tiba kami bertemu dan cring chemistry itu timbul. Timbulnya pun tidak seketika, diperlukan pertolongan dari Allah, kami menyebutnya begitu, untuk akhirnya dijodohkan.

Dari dulu selalu ada anggapan bahwa jodoh itu misteri tidak akan ada yang tau. Saya meyakininya walau kadang mikir, misteri sih misteri tapi sampai kapan nih mau ga nikah-nikah. Pikiran tersebut untuk wanita berumur 27 tahun jelas sangat biasa terlintas. Bahwa wanita memiliki keterbatasan usia (karena faktor melahirkan diatas 30 tahun juga sangat tinggi resikonya) itu benar bagi saya dan mungkin sebagian orang lainnya. Tapi ujung-ujungnya kembali saya menyerahkan kepada Sang Pencipta saya, Dia tahu apa yang terbaik bagi hambanya (lagi-lagi ini yang saya pegang teguh).

Usia pernikahan kami memang baru 4 bulan, tapi alhamdulillah saya merasa bahagia luar biasa mendapat suami dia. Tulisan ini mungkin terlihat menye-menye tapi yah sekali-kali curcol lewat blog boleh dong :) Sekaligus saya ingin memberi saran bagi wanita di luar sana yang masih desperate dengan jodoh. Tingkatkan doa dan ibadahmu, Allah akan memberi yang tepat di saat yang tepat pula.


Jadi ini cerita dongengku, bagaimana dengan kalian?

Sunday, November 18, 2012

The Power of No Mention

Suatu saat saya diskusi seru dalam perjalanan abis dari cafe sama ica (adik kost saya di malang) dan adib sahabatnya. Jadi di mobil itu saya mengutarakan pendapat saya tentang "The Power Of No Mention" (hal ini juga pernah saya twit sih). Saya bilang ke teman-teman saya itu bahwasanya di twitter sering kali ada orang yang ngetwit tanpa menyebut nama orang yang dimaksud. Yah itu yang disebut dengan "no mention. Walopun twit tersebut bukan untuk kita tapi yang ngerasa bisa 1,2 atau beberapa orang loh atas twit tersebut. Teman-teman saya mengiyakan dan bercerita tentang pengalaman mereka kena imbas dari twit no mention tersebut.

http://9gag.com/gag/5846433


Dan bahwasanya no mention itu sering kali negatif. Biasanya ngerasani(ngomongin) orang. Dan tentu saja kebanyakan no mention itu berada diantara orang yang saling follow. Misal nih tiba-tiba saya ngomong seperti ini : “udaahh, nikah aja kalau tiap hari ga mau pisah pagi siang sore malam”. Orang yang mungkin ngetwit tentang pacarnya atau twitpic foto berdua mereka mungkin merasa twit itu ditujukan untuk mereka. Padahal saya ngomongin lagunya Tasya yang “Seharitak cukup sekali” :p. Trus apa mudharatnya? Jelas pertemanan (entah dunia nyata maupun dunia maya) kita dengan orang yang merasa tersinggung itu akan menjadi tidak baik, worst bisa berantem atau putus pertemanan.

Foto diambil dari : Serru.com

Saya pernah menjadi korban maupun orang yang menulis no mention. Tapi semenjak saya menjadi “korban”(saya kasih kutip karena entah ini beneran twitnya untuk saya atau tidak) saya merasa wah ga baik ini no mention. Saya ga mau ah jadi negative thinking atau suudzon sama orang tersebut, tapi tetep tidak bisa mengenyahkan penyakit hati yang satu ini. Dan disadari atau tidak, tapi lebih seringnya ga, no mention ini sangat menyakitkan hati loh. Kadang kalau saya saking ga maunya suudzon sama orang tersebut (kalau saya pikir dia no mention-in saya) untuk beberapa waktu tertentu saya pernah nge-mute orang tersebut. Mending saya ga baca deh daripada saya sakit hati sendiri. Ada mungkin yang berpikiran “ah itu kamu aja yang terlalu sensi”. Lah gimana ga mau mikir gitu kalau konteksnya misalnyaaa saya baru beberapa menit yang lalu bicara dengan orang x trus dia ngetwit “ih males banget ngomong ama lu”. 


Jadi inti dari tulisan yang berbelit-belit diatas saya mencoba untuk memulai dari diri saya sendiri dengan tidak ataupun mengurangi twit no mention. Daripada saya harus memaksa orang lain untuk “positive thinking” dengan twit saya. Bagaimana dengan kalian? :) 

Monday, October 29, 2012

Ruwet Atau HakHok?

Hari ini saya dikejutkan dengan telpon mama, mama telpon katanya saya dapat surat peringatan untuk lapor pajak. Hah, apa pula itu? Setau saya, semua sudah diurus sama kantor saya kerja. Iseng saya googling kantor pajang sapa tau bisa lapor online. Katanya sih bisa di websitenya, tapi pas dibuka ini tampilannya :




Wednesday, October 3, 2012

Lope lope di udara

Wah jadi ini posting pertama setelah menikah. Yep finally i'm married. Gimana pesan kesan saya setelah menikah? haha seperti yang orang-orang bilang kalau menikah itu enaaakkk *jgn mikir macam2*. Mama saya pernah bilang "sak enak2e melu wong tuwo sek enakan melu bojo", kayaknya bener juga nih mama.
Sampe2 pas beberapa hari yang lalu saya sempat demam tinggi, ngigaunya ngigau mama + suami dong sekarang XD. Setelah itu langsung ngacir ninggalin kuliah buat ndusel2 suami (bilang aja kangen). Sedihnya ni karena harus LDR-an setelah menikah duh asli rasanya ga enak banget.

Seminggu setelah menikah untungnya saya masih libur kuliah, jadi langsung ngacir ke balikpapan tempat suami kerja. Ada yang berbeda semenjak jadi istri? Jelas ada, yang biasanya abis shubuh tidur lagi, kepaksa harus melek terus buat bangunin suami biar ga telat ke kantor. Trus abis suami ngantor, biasanya saya tidur lagi, trus jam 10an baru bangun buat masak. Eh beneran ini masak, soalnya suami biasanya makan siang di rumah. Masaknya ya sekedarnya kadang percobaan, jadi enak ga enak harus dibilang enak dan harus dimakan. Gosong mah uda biasa :p

Friday, June 29, 2012

Ini warnaku apa warnamu?

Disela-sela hectic days kayak sekarang ini ada aja kejadian yang heboh. Jadi ya ceritanya ini mama saya emang orangnya heboh, lebih heboh dari saya. Nah karena nanti insyallah 2 minggu lagi akan banyak tamu yang datang, dan di rumah mulai beberes, mama nyuruh tukang untuk ngecat pagar rumah. Dulu sih pagar rumah warnanya putih dengan strip biru kalau ga salah sih itu dulu himbauan pemda orba kyknya. Entahlah. Karena tukang itu uda biasa kerja di rumah, mama pasrah aja dengan warnanya. Dengan pak tukangnya pertama maunya diwarna cokelat dan kuning. Well okelah menurut saya sih itu oke. Nah tadi pagi2 baru juga melek gara2 semalam ga bisa tidur ampe jam 3, uda diteriakin mama. "Puttttt coba liat itu warnanya, kuningnya ngejreng bangetttt". Dengan berusaha mengumpulkan nyawa, dan bersungut-sungut karena masih enak2nya mimpi uda diteriakin dikuping (dan fyi aja mama ga bakal berhenti teriak sampe saya bener2 bangun, jadi mau usaha saya tidur lagi atau nutup kuping sama bantal ga akan ngaruh), akhirnya saya liat warna kuningnya. Hmmm ya kuningnya sih bayangin aja kuning warna golk*r, nah kayak gitu itu lah hasil catnya :|

Sunday, June 24, 2012

Curcol calon pengantin

Assalamualaikum,

Hai, kayaknya sih blog ini bakal ga sepi lagi gara2 curcol calon pengantin (baca : saya). Banyak orang yang bilang bahwa mendekati hari H pernikahan banyak banget cobaannya. Entah itu dari A ampe Z. Alhamdulillah selama ini saya mash bisa handle itu. Cuma karena saya ngurus sendiri semua pernikahan saya, mmm ya dibantu sih sama saudara-saudara di situbondo tapi tetep saya tau persis semua yang dibutuhkan di nikahan saya nanti, jadi printilan printilan mulai dari kursi, listrik, parkir, dan lalala yeyeye lainnya saya tau persis gimana ngurusnya.

Terkait dengan hal lainnya pasti lah namanya manusia selalu aja kurangnya. Nah ini mungkin kelemahan saya, karena saya "ngoyo" pengen banget mengabari hal kabar berita baik saya ke temen2 terdekat saya, saya ngirim undangan sampai ke luar kota. Sejujurnya kalau saya diundangan va fb saya ga pernah mau datang. Alasan saya, saya merasa kurang dihargai. Kalau saya diundang langsung i mean undangan dikirim ke alamat saya itu lebih menghargai dan mengharapkan kedatangan saya. Kembali lagi semua ini mungkin hanya bersifat subjektif ya tergantung pribadinya. Dan saya sendiri baru menyadari kalau saya ngirim undangan sampe ke luar kota sebenarnya saya memang mengharapkan kehadiran mereka, singkat kata ga perlu lah bawa buwuhan, datang saja saya sudah senang sekali. Effort mereka untuk datang ke acara saya sudah saya hargai sekali. Dulu kalau temen sma saya ngasih undangan ke saya, dan tau saya kuliah di semarang dan ga datang, saya sih pasti bilang, duh jauhnya, minta duit akomodasi dong lalala yeyeye. Sekarang saya merasakan sendiri ternyata kalau dibilang kyk gt sama orang, huhuu rasanya sakit hati sekali. Lebih baik dibilang insyallah saya akan hadir. Lebih mencerahkan itu. Pernah juga saya mau ngasih undangan, ditolak cobaaa (nangis darah, dan bukan mbak fenty krn saya sudah ngirim ke alamatnya XD), iya sih saya tau ybs ga bs hadir dan ybs mungkin merasa lebih baik undangan buat yg lain daripada saya ngeluarin ongkos kirim dll tapi niat saya khan bukan itunya, saya sih peduli amat harga ongkir kirim undangan maupun harga undangannya, niat saya cuma pegen Menghargai mereka yg saya anggap temen baik saya untuk hadir di acara saya. saya pun juga tau ga semua bisa hadir, tapi rasanya kalau ditolak diawal dan ngm ga enak (ex : minta akomodasinya dong) itu sakit hiks (mewek). Namanya kita punya acara ya pasti pengen acaranya meriah, apalagi belum terlaksana, trus banyak yg blg ga bs dtg huhu sedih bgt rasanya.

Well ini sih pelajaran buat saya pribadi, bagi kalian2 yg belum menikah, mungkin ga tau gmn effort kita menyelenggarakan pernikahan. Intinya sih undangan itu buat memberikan kabar baik bagi orang yg saya hargai, saya sendiri ga mau tuh ngetag undangan di fb. Ah lagi lagi ini semua tergantung subjektifitas masing-masing ya. Ah sudahlah sekian curcol siang ini dari saya semoga besok2 saya bisa lebih bijak ketika diundang oleh orang lain.

Wassalamualaikum.

Saturday, June 23, 2012

Menikah itu...

Ini blog suram amat, yang dulu niatnya minimal sebulan sekali ngisi, jadi buyar.

Jadi ya, ini ceritanya saya lagi sibuk2nya mempersiapkan pernikahan saya dengan @dhaniedewanta (yes finally i found him, my soulmate *uhuk*). Saya ga mau cerita dulu gimana saya ketemu dia, ntar blog ini jadi blog drama lagi. Yang pasti desember kita dekat, januari dia minta saya jadi istrinya, februari dia ngenalin saya ke keluarganya, maret saya ngenalin dia ke keluarga saya, april keluarganya ngelamar saya, mei keluarga saya ke rumah dia, dan juli insyallah kita menikah.

Nah dengan persiapan yang serba mepet, ini nyebabin kita agak kewalahan juga sih. Awalnya ga kepikir mau bulan juli nikah. Malah kita mikirnya paling akhir tahun. Walaupun sebenarnya keinginan kita berdua lebih cepat lebih baik. Ternyata dia harus pindah base kerja bulan juli, alhasil dia nyeletuk sebelum puasa aja yuk nikah. Saya ketawain lah (mana dia bilang gitu pas saya lagi di angkot dan saya ngakak di angkot diliatin orang banyak dong O_o) eh ternyata dia serius, bilang ke ortu Alhamdulillah ortu dukung, ya sudah dari bulan april itu ditentukan juli insyallah kita menikah. Jadi kalo diitung-itung persiapan kita menikah 3 bulan saja. Disinilah maraton dimulai. Aaaakkkk *stress*

Tuesday, April 3, 2012

Ngulik nguliner Bandung

Sebenarnya posting ini terlahir akibat gatel pengen ngeblog tapi no idea. Akhirnya mikir berbagai kuliner di bandung aja deh (yang sempet saya abadikan dengan gambar). Yak fyi aja berat saya yg awalnya 44 kg naik melesat menjadi 47 kg dalam waktu 1 bulan gara mengkuliner ini. Apa saja sih kuliner kok bisa bikin naik 3 kilo? Monggo bisa dilihat disini

1. Bebek Van Java
Sebagai pecinta bebek, Bebek van java di bandung ini ga boleh dilewatkan. Enak dan pilihan menunya banyak. Mulai dari bebek kremes (kalasan), bebek crispy (digoreng kayak kfc), bebek original (kesukaan saya), bebek peking (dibuat kayak steak gitu), dll. Selain itu yang bikin enak adalah sambelnya ada 2 sambel disini bisa dipilih sesuai selera (dihidangkan di meja masing - masing). Range harganya dari 20ribuan lah. Paket yg original 22ribu buat yg biasa, 25ribu buat yang super (gede). Saya paling suka makan di BVJ jalan lombok (deket KFC riau) atau sebelah BCA dago.

Bebek Van Java


2. Bebek H. Selamet
Siapa yang ga tau bebek H. Selamet dimana - mana ada. Dan ya tetep aja ini fave saya. Kalau di bandung ada paket gitu jadi 21ribu uda bebek paha+nasi+es teh manis. Alamatnya di jln taman pramuka bandung (sebelah riau).
Bebek H. Selamet


3. Bakso Atom
Sepertinya ini bakso fave saya di Bandung. Ya jangan dibandingkan dengan kota malang yang emang ahlinya perbaksoan (bahkan bakso yang lewat depan rumah itu enak kalau di malang). Kenapa saya suka bakso ini, soalnya isinya bervariasi, ada bakso isi keju, bakso burger, bakso isi telor ayam, bakso urat, bakso siomay, bakso goreng, dll. Harganya 8ribuan 1 bakso yang gede, tapi dijamin ga nyesel deh, enak kok. Alamatnya di Festival Citilink (Harris hotel) jalan peta (deket soekarno hatta) atau di Braga citywalk.
Bakso Atom

4. Zenbu
Disebut house of mozarella, fave saya nasi dilapis mozarella dengan butter dan isi daging. Duh enak banget ini. Harganya sekitar 40rban. Alamatnya di mall Paris Van Java, deketnya kafe MU.
Mozarellanya bikin ngiler


5. Duck King
Ini juga bebek enak, tapi ya itu ada rupa ada harga. Agak menguras dompet ini, bawa duit 100rb cukup lah. Alamatnya di Paris Van Java dipojokan.
Duck King

6. HDL cilaki
HDL cilaki ini menjual aneka seafood, letaknya di jalan cilaki deket dengan gedung sate, depan PUSDAI. Fave saya udang asam manis. Enak bangetttt! Yang bikin enak itu bumbunya bener2 merasap. Belum lagi pas dihidangkan pas lagi panas-panasnya wah langsung kemana-mana loh kuah bumbunya muncrat kesegala arah. Harganya sekitar 30-50rban.
Udangnya nom nom nom
Berdua habisnya segini banyak!

7. I scream for ice cream
Ice cream ini buatan sendiri loh, lembut banget ice creamnya. Harganya kl marbellicious 20rb tapi itu udah 2 scoop trus nanti diaduk sama mbak2 penjualnya trus dikasih topping yang mana kita boleh milih sendiri. Alamatnya agak nyelempit gitu, deket unisba, jl hariang banga.
Ice cream
i scream for ice cream

8. De Risol
De risol ini jualan bermacam-macam risoles. Harga dari 10rb-22rb. Fave saya risoles isi keju, jadi ya bener-bener isi keju ga ada sayur maupun wortelnya. Alamatnya di citarum (jalan depan PUSDAI, deket gedung sate), jadi satu dengan restauran melayu.
Menu De Risol
De Risol
Risol keju + saos keju

9. Sate Kambing Pak Gino
Seperti sate kambing atau gule kebanyakan, yang bikin beda adalah empuk banget daging kambingnya apalagi ditambah gule, + minum es jeruk manis wuihhh sedep banget. Apalagi saya punya penyakit darah rendah, langsung ngeloyor kesini deh kalau kumat. Alamatnya jalan sunda sebelah pombensin persis setelah rel kereta api.
Sate Gino


10. Rainbow Cake - Mr. Komot
Wah ini bener-bener jadi primadona sekarang ya. Semua pada nawarin rainbow cake. Saya jadi penasaran rainbow cake itu gimana rasanya kok warna warni. Ternyata yang hijau itu rasa pandan, yang kuning rasa jeruk, yang ungu rasa ubi, yang biru sama merah ga bisa nemuin apa rasanya. Hahaha. Tapi enak! Harganya 18rb. Fave saya lainnya di Mr Komot itu Oreo Cheese Cake, harganya 17500. Yummy! Alamatnya di jl. citarum (jalan depan PUSDAI, deket gedung sate)
Rainbow Cake

11. Le Marly
Ini restoran bergaya perancis, dan makanannya pun makanan perancis. Harganya lumayan bagi kocek, dari 30rban lah. Tapi katanya sih steaknya yg enak cuma harganya 150rb. Hehe. Yang lucu yg namanya minuman mojitos, dihidangkan disemacam toples gitu. Lucu banget khan. Alamatnya di jln citarum (ciliwung) deket masjid istiqomah yang gede itu.
Green mojitos
Tenderloin

Dessert

Tuesday, March 6, 2012

Batavia, in between

Hai halo
Untuk pertama kalinya saya jalan2 ke kota tua Jakarta. Awalnya uda lama sih pengen ke museum2 di Jakarta (yes i'm addicted to museum) cuma belum sempet mulu, nah kemarin bulan januari lalu (iya saya tau uda basi maap baru sempet update ._.) diajakin sekalian mbolang ke Jakarta. Berangkat dari Bandung shubuh, mana ketinggalan travel yang awalnya mau ke Blora kepaksa berubah ke Tomang ya sudahlah asal bisa diangkut. Trus sampe di Tomang, tujuan pertama kita langsung ke museum wayang. Naik trans sampe lah di kawasan museum-museum itu. Ada museum BI, museum Bank Mandiri, museum Wayang, museum Seni Rupa, museum Bahari. Pengennya sih masuk ke semuanya apa daya karena keterbatasan waktu (kita ga nginep langsung balik) belum lagi banyak tempat yang akan dikunjungi, jadi saya hanya sempat masuk ke museum Wayang (absolutely wajib) dan museum Bahari.

Here we go :
1. Museum Wayang
Museum wayang ini cenderung lebih kecil daripada museum lainnya, di depan kita disuguhi gambar wayang gedeee banget. Tiket masuknya cuma 2000 per orang :| (so cheap). Nah isinya apa? Ya jelas wayang-wayang dari wayang kulit sampe wayang orang. Dari Indonesia sampai suriname, ada juga boneka-boneka dari luar negeri (kalau ini agak ngeri saya ditambah ada lagi pajangan ondel-ondel serem). Foto-foto seperti dibawah ini :
Salah satu lorong di museum wayang
Pas mau masuk museum wayang, tebak karakter sapa itu?

2. Museum Bahari
Nah buat ke museum Bahari saya harus naik bajaj dulu. Hahaha seumur-umur ga pernah saya naik bajaj baru kali ini, dan saya norak abis saking kegirangan naik bajaj (ndeso yes saya). Lalu sampai di museum Bahari kita disuruh naik menara dulu! Dan pengunjungnya ternyata cuma kita berdua. Sedih banget ga sih =( Harga tiketnya masih sama 2ribu rupiah saja. Lalu abis dari menara kita nyebrang dulu untuk masuk museumnya. Isinya? Ya berhubungan dengan pelayaran di Indonesia gitu. Eh btw dari atas menara kita bisa lihat pelabuhan loh.
Menara di museum bahari

3. Seaworld
Tempat ketiga yang kita kunjungi adalah seaworld. Ternyata seaworld itu adanya di ancol (maap ndeso dan baru tahu). Ya ya baru sekali ini juga ke ancol sih. Namanya juga ga doyan Jakarta, saya ke Jakarta cuma beberapa kali cuma test kerja aja dan ga doyan ke Jakarta, duh bisa stress saya kalau tinggal disini, macetnya ga nguatin (lah curcol). Sebenarnya di ancol ini banyak objek yang bisa kita datangin ada seaworld, dufan, pantai marina, atlantis dll. Tapi kita milih dateng ke seaworldnya. Keren sih isinya ikan-ikan gitu lengkap tapi yang saya suka itu pas masuk ke lorong yang mana kita bisa liat ikan-ikan berenang diatas kita. Wooo itu keren abis. Fotonya sepertinya akan menyusul. Oh iya harga tiketnya 50ribu kalau ga salah.
Ini tempat fave saya, dari bawah keliatan ikan renang di atas kepala kita
 4. Gondola Ancol
Nah ini fave saya, Gondola! Jadi kita naik gondola, semacam kereta gantung gitu, dan jaraknya jauh loh ternyata, hampir memutari sebagian ancol sampai ke laut juga loh. Wah pokoknya keren abis, sayangnya saya kesana pas jam 2 siang jadi ga bisa liat sunset. Tapi untungnya ga hujan sih dan ga panas juga ahhh pokoknya keren abis. Harga tiketnya 30ribu.
Dari atas gondola nih, romantis khan ;p

Pemandangan dari gondola
 5. MOI (Mall of Indonesia)
Kelaparaaan, karena kelaparan akhirnya kita nangkring di MOI ini. Konsepnya menurut saya mirip BSM (Bandung Super Mall) lah, ada spot2 dimana kita bisa foto-foto disana. Haha tetep narsis. Masih sepi sih tapi keren juga mallnya.
Pas mau masuk MOI ada patung-patung ini

Difoto dari eskalator
 6. Masjid Istiqlal
Menjelang magrib kita melipir ke Istiqlal, cuma sayangnya karena urusan wanita saya ga bisa masuk ke dalamnya huhu padahal pengen banget masuk. Kerennnya di depan Istiqlal ini ada Gereja besar keren lohh. Ah indahnya perbedaan dan toleransi. Jadi inget Masjid Agung Surabaya juga di sebelah Gereja.
Monasnya keliatan dari Istiqlal
Tampak samping masjid Istiqlal
 7. Monas
Dari istiqlal kita menuju monas, percaya ga percaya dan harus percaya saya baru pertama kali ke monas. Ga sempet lama-lama cuma foto-foto karena gerimis trus cepetan ngungsi ke Gambir.
Uda kucel XD
 8. Stasiun Gambir
Baru tahu kalau Gambir ini deket banget sama Monas sebelahan. Ke Gambir cuma numpang neduh dan makan kemudian harus cepet-cepet balik ke travel karena ngejar travel terakhir ke Bandung.
Makasih loh arum manisnya
Stasiun yang "hijau" ya Gambir

Well itu sekilas perjalanan mbolang saya ke Jakarta, Jakarta itu ternyata keren TAPI kalau ga macet, kalau macet buyar sudah kerennya Jakarta. Kapan-kapan tempat yang belum pernah saya datangin harus saya datangin lagi. Tapi bukan Mall, bosan.

Special thx to : Schatzie yang uda motoin foto-foto diatas dan buat , maap ya fotonya dijadiin hak milik =D