Tuesday, December 4, 2012

Cerita Dari Rumah

Suatu saat, saya mewek pas telp suami saya karena yang namanya pengantin baru, bawaannya pengen ketemu terus. Keadaan kita yang terpaksa masih jauh-jauhan alias LDR hanya memungkinkan kita untuk bertemu sebulan dua kali. Entah dia yang datang ke Bandung saat weekend atau saya yang harus bolos kuliah dan sambil merapal mantra supaya minggu itu tidak ada kuliah tambahan atau tugas. Karena saya yang sekarang mendapat jabatan baru sebagai bendahara keuangan keluarga ( :p) harus memutar otak bagaimana gaji kami bisa mencukupi dalam sebulan. Salah satu caranya dengan hunting tiket murah. Resikonya yah kalau mendadak ada tugas dari kampus terpaksa deh harus titip ke teman atau ngerjain dari Balikpapan sana.

Nah kembali lagi ke mewek, saya mewek-mewek dong karena bertemu sebulan cuma dua kali. Pengennya sih tiap weekend (iyeee ngarepp). Kalau uda gitu suami pasti nenanginnya dengan, sabar insyallah nanti ada rejeki ya. Sampai suatu hari mama saya nelp dari rumah. Mama bilang "Put nanti kalau mau beli pulsa ke si x aja ya,ntar duitnya ditransfer biar mama yang bayar". kemudian mama cerita bahwa si x kerjanya hanya sebagai sukwan PNS yang mana gajinya hanya 100-250rb sebulan. Padahal si x mempunyai istri dan anak 2 yang masih kecil-kecil. Dari sana saya merasa bersyukur sekali dengan keadaan saya yang insyallah masih dikasih rejeki oleh Allah. Saya membayangkan gaji 250rb sebulan untuk mencukup anak istri dengan 2 anak, belum lagi anaknya harus masuk TK. Dengan menjual pulsa anggaplah modal dia 100rb, jika orang beli pulsa 10rban, keuntungannya dari pulsa 10rb yaitu seribu. Otomatis satu hari maksimal dia hanya untung 10rb. Iya kalau 1 hari laku semua, kalau ga? berhari-hari kemudian baru dapat uang 10rb. Kalau uda denger cerita kayak gitu saya pasti mewek lagi (iya saya gembengan alias cengeng). Mungkin bagi kita uang 10rb habis aja dalam sekejab untuk beli segelas starbucks (bahkan harganya 50rb), tapi bagi orang lain mendapat 10rb ga semudah itu.

Begitulah manusia ya,mungkin selalu saja merasa kekurangan. Saya rasa gaji berapapun kalau emang kita pintar ngolah dan bersyukur insyallah akan cukup. Kalau sudah gitu saya merasa bersyukur diingatkan sama Allah bahwa masih dikasih rejeki berlebih, masih banyak diluar sana yang kekurangan. Bahwa hendaknya selalu bersabar atas keadaan yang ada. Yah kadang hal-hal seperti ini yang menguatkan saya untuk menambah rasa syukur kepadaNya. Jadi bagaimana dengan kalian?